Sunday, October 17, 2021

Intip Gurita Bisnis UKM Selebgram Rachel Vennya, yang viral akibat Kabur saat Karantina Covid-19

Sahabatukm.com – Nama Selebgram Rachel Vennya kembali viral di media sosial lantaran diduga kabur dari Wisma Atlet Kemayoran saat melakukan karantina. Simak deretan bisnis milik Rachel Vennya, mulai dari kuliner hingga busana anak-anak.

Perempuan yang bernama lengkap Rachel Vennya Roland ternyata tidak hanya fokus pada endorsement produk yang terus memenuhi Instagram story-nya, tetapi juga bisnis yang menjanjikan.

Ibu dari Xabiru dan Chava memiliki beberapa sumber pundi-pundi rupiah dari berbagai pekerjaannya. Meskipun tergolong masih muda, Rachel memiliki bisnis di bidang kuliner dan fashion anak.

Mantan istri dari Niko Al-Hakim ini memang dikenal pandai melihat peluang bisnis dengan baik. Berikut deretan bisnis yang masih dan pernah digeluti Rachel Vennya. Menu kuliner dijamin bikin kamu ngiler dan pengen beli!

1. Sate Taichan “Goreng”
Bisnis restoran Sate Taichan “Goreng” dirintis Rachel ketika baru menikah dengan Niko Al-Hakim. Saat itu, muncul dari ide untuk mengembangkan menu kuliner sate taichan yang sempat booming.

Pada pertengahan 2015, melalui idenya ini mengusung konsep resto untuk sebuah sate yang terkenal di daerah Senayan, Jakarta Selatan.

Tak hanya itu, tim dari usaha ini juga berinovasi membuat lebih banyak variasi menu sate taichan. Tak hanya di Jakarta, sate taichan “goreng” sudah tersedia di beberapa outlet di Bandung, Bekasi, Depok, Tangerang, dan Surabaya.

2. Ngikan
Sukses dengan Sate Taichan “goreng”, Rachel dan Niko melebarkan usaha di bisnis makanan dengan menu ikan. Restoran cepat saji bernama “Ngikan” ini menyajikan berbagai menu ikan olahan atau fillet yang digoreng krispi dengan perpaduan saus khas nusantara.

Ngikan saat ini tersebar di berbagai lokasi di Indonesia. Tak hanya pulau Jawa, Ngikan sudah sampai Sumatera Barat, Kalimantan, Sulawesi, Bali, serta Nusa Tenggara Barat.

3. Mahika Kids
Selain bisnis kuliner, Rachel Vennya juga sebagai founder dari salah satu brand baju anak, Mahika Kids. Koleksi baju anak ini mengusung konsep Down to Earth. Sejak pembukaan perdananya, Mahika Kids sudah memiliki gerai online dan offline yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, dan Aceh.

4. Lokasaji
Tak hanya makanan berat, Rachel juga melihat peluang bisnis cemilan yang diminati masyarakat Indonesia. Lokasaji menyajikan menu cemila mulai dari cimol, keju aroma, cireng, cuangki, cireng, bitterballen, siomay, beragam kue kering, hingga menu terbarunya, yaitu churros.

5. Rumah Sedep
Rachel sempat memiliki bisnis restoran khas Indonesia dengan nama Rumah Sedep yang tergabung dalam Sate Taichan group. Rumah Sedep menyajikan berbagai menu warteg seperti jengkol, cumi asin, sambal terasi, bakwan jagung, tumis kangkung, kulit melinjo, dan masih banyak lagi. Sayangnya, restoran Rumah Sedep tutup secara permanen sejak 9 Februari 2020. ***

Bos Indomaret jadi Korban Tewas Kecelakaan Maut di Tol Cipularang

Sahabatukm.com – Bos Indomaret yakni salah satu Direktur PT Indomarco Prismatama (Indomaret) Yan Bastian meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di Tol Cipularang arah Jakarta pada Sabtu (16/10). Kabar tersebut dibenarkan oleh Marketing Director PT Indomarco Prismatama Wiwiek Yusuf.

“Betul (Yan Bastian meninggal),” kata Wiwiek seperti dikutip detikcom, Minggu (17/10/2021).

Wiwiek pun menyampaikan rasa dukacita yang mendalam atas meninggalnya Yan Bastian dalam kecelakaan di Tol Cipularang.

“Kami semua berduka mendalam atas kepergian beliau,” katanya.

Untuk diketahui, truk kontainer terguling di Km 91 Tol Cipularang arah Jakarta menimpa mobil SUV Hyundai. Seluruh penumpang yang berada di dalam mobil Hyundai itu menjadi korban.

Satu orang tewas, yakni pengemudi, dan tujuh lainnya mengalami luka-luka. Korban merupakan satu keluarga yang diketahui beralamat di Serpong, Kabupaten Tangerang Selatan.

“Di Hyundai delapan orang, pengemudinya yang meninggal, lainnya luka ringan dibawa ke RS Abdul Radjak. Mereka satu keluarga: mertua, anak, dan cucu,” kata Kanit Laka Satlantas Polres Purwakarta Ipda Jamal Nasir saat dihubungi detikcom, Sabtu (16/10/2021).

Akibat kejadian ini, sopir truk diamankan ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Iya (diamankan),” kata Jamal.

Jamal mengatakan, sebelum terguling, truk membawa peti kemas itu sempat oleng. Truk kemudian terbanting ke kanan dan menimpa Hyundai yang ada di sampingnya di Tol Cipularang.

“Mobil (jenis) SUV tertimpa kontainer. Kontainer oleng, kemudian banting kanan dan terguling ke kendaraan di samping, itu ada Hyundai itu tertimpa,” ujarnya.

Kecelakaan itu sebelumnya terjadi pada Sabtu (16/10) pukul 17.25 WIB. Proses penanganan berlangsung selama 3 jam dan selesai pukul 22.00 WIB. ***

Tiga Usaha Modal Rp 1 Juta, Untung Jutaan

Sahabatukm.com – Usaha dengan modal minim tapi untung besar jadi pilihan si tengan Pandem Corona yang telah berlangsung selama kurang lebih 2 tahun ini.

Apa ada?

Perencana keuangan, Aidil Akbar mengatakan ada beberapa usaha yang bisa dijalankan masyarakat di tengah pandemi Corona. Usaha tersebut tentunya dengan modal yang minim.

Selain Aidil, ada juga perencana keuangan dari Tatadana Consulting, Tejasari menyebut ada beberapa usaha yang memiliki modal sedikit namun berpotensi cukup tinggi saat pandemi

Berikut kompilasi 3 usaha minim modal yang mungkin dapat kamu kembangkan:

1. Berjualan Makanan dan Minuman
Aidil bilang, usaha makanan dan minuman bisa dijalankan walaupun dengan modal Rp 1 juta atau bahkan kurang. Jenis usaha tersebut merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat yang berpeluang mencatatkan keuntungan lumayan besar.

“Peluang yang saat ini masih ada itu biasanya usaha dan dagang, dagang yang relatif masih laku adalah makanan, minuman, dan turunannya,” ujar dia seperti dikutip dari detikcom.

Selain Aidil, Tejasari juga menyarankan untuk membuka bisnis makanan dan minuman makanan sehari-hari atau lauk pauk yang memiliki daya tahan lama, seperti makanan kering, cemilan, dan sambal-sambalan.

2. Berjualan Bibit Tanaman Hidroponik
Aidil mengungkapkan bisnis yang bisa laku keras saat pandemi adalah menjual bibit tanaman hidroponik. Modal untuk menjalankan bisnis ini relatif kecil lantaran hanya membeli bibit, media tanam, pupuk, dan air.

“Ini bisa jadi peluang bisnis, apalagi sekarang lagi healthy lifestyle dengan menggunakan bahan back to nature, termasuk masak sendiri. Semenjak COVID, awareness hidup sehat menjadi tinggi,” katanya.

3. Produk-produk Penunjang Kesehatan
Di masa pandemi ini, produk-produk penunjang kesehatan seperti vitamin, suplemen, masker, dan hand sanitizer memiliki potensi yang tinggi.

Menurut Tejasari, cara memasarkan semua produk ini diutamakan via online, mulai dari media sosial (medsos) seperti Instagram, Facebook, jika memungkinkan membuat toko di toko digital atau marketplace. (*)

Alfamart Turut Wujudkan Rumah Oksigen Gotong Royong

Sahabatukm.com – PT Sumber Alfaria Tbk (Alfamart) terus bergerak mendukung inisiatif pembangunan Rumah Oksigen Gotong Royong (ROGR).

Guna membantu warga terpapar Covid-19 menjalani isolasi terpusat, PT Sumber Alfaria Tbk (Alfamart) mendukung inisiatif pembangunan Rumah Oksigen Gotong Royong (ROGR).

ROGR merupakan fasilitas isolasi mandiri terpusat semi permanen yang dilengkapi akses oksigen bagi pasien Covid-19 dengan gejala ringan. Fasilitas ini diinisiasi oleh Kadin Indonesia, GoTo, PT Aneka Gas Industri Tbk (Samator Group), Master Steel, Tripatra Engineers and Constructors, Halodoc, beserta Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB).

Corporate Affairs Director Alfamart Solihin berharap, peran aktif Alfamart dalam program ini diharapkan bisa mempercepat upaya penanganan pandemi di tanah air.

“Dukungan ini merupakan upaya berkelanjutan dari kami untuk membantu pemerintah. Kami sadar bahwa dengan isolasi terpusat, pasien Covid-19 bisa dipantau kesehatannya. Dirawat sampai sembuh dan bisa mencegah penularan ke anggota keluarga lainnya,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (4/10/2021).

Sebagai sebuah fasilitas isolasi, ROGR sudah beroperasi sejak 2 Agustus 2021 ini. Terdapat 500 tempat tidur yang terbagi dalam empat rumah isolasi.

Fasilitas ini juga memiliki tenaga medis, dokter, perawat dan apoteker yang bersiaga 24 jam, poli umum, mini high care unit (HCU), instalasi gawat darurat (IGD), depo farmasi 24 jam, dan ruang gizi. Tidak hanya itu, ROGR juga dilengkapi dengan oksigen yang mengalir langsung dari Pabrik PT Aneka Gas Industri Tbk lewat pipanisasi sebanyak 350-400 liter/jam.

Joseph Pangalila selaku Ketua Task Force Inisiator Rumah Oksigen menambahkan, pandemi Covid-19 belum berakhir meski tren kasus menunjukkan penurunan.

“Oleh karenanya, fasilitas isolasi terpusat seperti ROGR tetap dibutuhkan untuk terus menekan angka penularan. Di ROGR pasien yang dirawat tidak perlu khawatir karena mereka dipantau terus oleh tenaga kesehatan berpengalaman dan mendapatkan paket obat sesuai panduan Kemkes,” terangnya.

Dukungan Alfamart dalam program ini juga menuai apresiasi YABB sebagai lead fundraiser ROGR.

“Upaya gotong royong pihak swasta, pemerintah dan mitra strategis seperti inilah yang bisa mempercepat penanganan pandemi Covid-19. Kami percaya dengan gotong royong Indonesia bisa segera keluar dari pandemi,” ungkap Monica Oudang selaku Chairwoman YABB.

Selain mendukung hadirnya ROGR, Alfamart mempersiapkan UBM Housing sebagai lokasi isolasi pasien Covid-19 bagi karyawan dan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Solihin pun mengaku pihaknya bangga bisa berpartisipasi dalam program ROGR.

“Pandemi ini adalah ujian bagi rasa kemanusiaan, dan sudah sepantasnya kita saling berikan bantuan kepada sesama. Melalui dukungan ini kami juga ingin aktif membantu pemerintah dalam memerangi pandemi, sehingga Indonesia bisa melewati masa-masa yang penuh tantangan ini sehingga menjadi negeri yang semakin kuat atas semangat gotong royong,” ungkap Solihin. (*)

Mojang Bandung Anita si Penjual Baju Bekas, Modal Ratusan Untung Jutaan

Sahabatukm.com – Mojang Bandung ini namanya Anita, sukses berbisnis baju bekas dari modal ratusan yang kini untungnya hingga jitaam.

Anita kini benar-benar menjadi bos di bisnisnya sendiri sebagai penjual baju thrift dengan nama Lapak Omah 90’s.

Ketertarikan Anita untuk berbisnis di baju bekas ini ternyata berawal dari hobinya untuk thtifting (mencari baju second) dan digunakan secara pribadi. Selain karena dijual dengan harga miring, kualitas dan model pun tak kalah saing dengan merek ternama.

“Kalau ketertarikan sih, mungkin emang sebelum jualan udah tertarik aja sama barang-barang thrift ya, soalnya kan udah harganya murah model nggak akan pasaran, nah di situ sih titik yang bikin tertariknya,” ujar Emon, sapaan akrab Anita seperti dikutip dari detikcom, Selasa (24/8/2021) lalu.

“Awalnya nge-thrift buat kebutuhan pribadi aja kan, nah lama-lama ternyata thrift mulai merambat nih banyak yang jualan di online, soalnya dulu kan thrift masih kaya dipandang sebelah mata ya karena barang bekasnya itu. Pas udah masuk ke online ternyata thrift naik kualitasnya, disitu mulai tertarik, ditambah harga jualnya ya lumayan tinggi dibanding harga modal (dulu),” katanya menambahkan.

Dia mengatakan, sudah menjajaki bisnis baju bekas sejak duduk di bangku kuliah tepatnya tahun 2017 di tempat tinggalnya, Kota Bandung. Namun saat itu, sempat berhenti beberapa bulan dan mulai kembali pada akhir 2018.

Jatuh bangun dunia usaha pun ia lalui dari mulai semakin banyaknya saingan pedagang thrift shop hingga kendala pemasaran. Selama ini, ia mengandalkan pemasaran dari Instagram.

“Kalau sekarang harga modal udah mahal sih beda, karena makin banyak orang yang terjun di thrift shop jadi aja penjual pasar seenaknya naikin harga di pasar. Waktu awal pandemi, sulit banget dapat barang soalnya barang dari luar pada ketahan nggak bisa masuk ke sini, itu bikin dapat barang susah di pasar, terus harga mahal. Abis itu Instagram sekarang insight-nya naik turun, nah itu juga sih yang bikin sulit, soalnya penjualan bisa naik turun kalau insight lagi kacau,” tuturnya.

Meski begitu, Emon dapat melalui tantangan tersebut dengan konsisten terhadap usaha thrift shop-nya. Bahkan pengirimannya pun sudah merambah ke luar daerah seperti Papua, Kalimantan, Sumatera hingga ke Aceh.

“Alhamdulillah awal pandemi rame banget (pembeli), aku bisa ngerasain sih malah ya lapakomah tuh pertama naik gara-gara Corona, bener-bener ada berkahnya banget sebenernya dari followers (Instagram) 40 ribu gitu, tiba-tiba rame sampe 100 ribu sekarang, cepet banget pokoknya,” imbuhnya.

Dia menuturkan, modal awal usaha thrift shop yang ia lakoni hanya berkisar Rp 500 ribu. Kini, di usianya yang menginjak 24 tahun, ia sudah mampu meraup omzet sekitar Rp 40 juta dalam sebulan dan mempekerjakan satu orang. Dia berharap, ke depan dapat mengembangkan usahanya hingga mempunyai merek sendiri.

“Pengin punya brand sendiri, soalnya kaya nggak yakin thrift shop bakal bertahan lama, makanya kemarin-kemarin sempat mikir harus dari sekarang punya usaha lain, biar nggak fokus satu aja, kepikirannya masih di fashion sih, makanya pengin punya brand clothing sendiri,” tandasnya. ***

Dukung UMKM, Produk Lokal Cianjur Ada di Alfamart

Sahabatukm.com – Demi mendukung perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta Usaha Kecil Menengah (UKM), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk sebagai pengelola jaringan minimarket Alfamart menggandeng produk lokal khas Cianjur.

Kemitraan ini adalah bagian dari komitmen Alfamart meningkatkan daya saing produk lokal UKM dan UMKM, agar masyarakat lebih mudah menikmati produk khas Cianjur di toko-toko Alfamart.

Regional Corporate Communication Manager Alfamart Cabang Cianjur, Budi Santoso mengatakan, program ini merupakan kepedulian Alfamart dalam mendukung produk lokal supaya benar-benar naik kelas.

“Alfamart sangat terbuka untuk produk lokal yang ingin dipasarkan di jaringan toko kami. Selama produk itu memiliki standar kualitas yang baik, serta memenuhi persyaratan produk sesuai aturan pemerintah,” ujarnya.

Saat ini beberapa produk lokal Cianjur sudah bisa dinikmati di beberapa ritel Alfamart. Salah satunya Gula Aren khas Cianjur.

Budi menjelaskan, ada sejumlah tahapanbagar produk lokal bisa dijual diritel Alfamart.

Di antaranya, kurasi produk, perizinannya produk serta kehalalan serta beberapa persyaratan lainnya. ***

Bulan Muharram, PWI Kab Bogor Santuni Anak Yatim

Sahabatukm.com – Di bulan Muharram 1443 Hijriah, Majlis Ta’lim Al-Ikhbar PWI Kabupaten Bogor santuni 32 orang anak yatim. Penyerahan bantuan santunan secara simbolis di berikan kepada 11 orang anak yatim di musolla Al-Ikhbar Jl Bersih No 1 Komplek Perkantoran Pemda Kabupaten Bogor, Cibinong, Rabu (25/8).

Pengurus Majlis Ta’lim (MT) Al-Ikhbar PWI Kabupaten Bogor Abdul Manan mengatakan bakti sosial santunan kepada anak yatim merupakan kegiatan rutin setiap tahun tepatnya setiap bulan Ramadhan dan Muharram. Untuk bulan Muharram tahun ini, sedikitnya 32 anak yatim dari keluarga besar PWI Kabupaten Bogor menerima bantuan santunan berupa uang sebesar 200 ribu perorang, beras 5 Kg, paket sembako dan satu dus mie instant.

“Alhamdulillah, di Tahun Baru Islam 1443 H, Majlis Ta’lim Al-Ikhbar telah menyalurkan bantuan santunan kepada 32 orang anak yatim berupa uang tunai yang dikumpulkan dari anggota PWI Kabupaten Bogor dan para donatur,” kata Manan.

Manan mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan wartawan yang telah memberikan sebagai hartanya untuk anak yatim. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Koperasi Warta Karya Mandiri PWI Kabupaten Bogor ikut serta memberikan sebanyak 32 karung beras masing-masing 5 Kg/perkarung. Alfamart yang memberikan 30 paket sembako serta pimpinan PT Hutomo Mandala Sepuluh Sebalas yang mengirimkan 35 dus mie instan.

“Semoga bantuan yang telah diberikan ini bisa bermanfaat, dicatat sebagai amal jariah dan dibalas oleh Allah SWT dengan berlipat ganda,” ujar Manan.

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Bogor H Subagiyo menyampaikan apresiasi kepada para anggota yang telah melakukan kewajibannya dalam menyisihkan rejeki untuk bisa berbagi kepada anak yatim binaa Majlis Ta’lim Al-Ikhbar.

“Alhamdulilah, walaupun dimasa sulit saat ini karena pandemi masih belum berakhir, kita dari PWI Kabupaten Bogor masih bisa berbagi, karena dari rejeki yang kita terima ada hak orang lain yang perlu kita berikan,” ujar Bagio mengingatkan. ***

MT Al-Ikhbar Apresiasi Donatur yang telah Berpartisipasi dalam Kegiatan Santunan Anak Yatim

sahabatukm.com – Sebagai bentuk kepedulina pada sesama, Di bulan Muharram 1443 Hijriah, Majlis Ta’lim Al-Ikhbar PWI Kabupaten Bogor santuni 32 orang anak yatim. Penyerahan bantuan santunan secara simbolis di berikan kepada 11 orang anak yatim di musolla Al-Ikhbar Jl Bersih No 1 Komplek Perkantoran Pemda Kabupaten Bogor, Cibinong, Rabu (25/8).

Pengurus Majlis Ta’lim (MT) Al-Ikhbar PWI Kabupaten Bogor Abdul Manan mengatakan bakti sosial santunan kepada anak yatim merupakan kegiatan rutin setiap tahun tepatnya setiap bulan Ramadhan dan Muharram. Untuk bulan Muharram tahun ini, sedikitnya 32 anak yatim dari keluarga besar PWI Kabupaten Bogor menerima bantuan santunan berupa uang sebesar 200 ribu perorang, beras 5 Kg, paket sembako dan satu dus mie instant.

“Alhamdulillah, di Tahun Baru Islam 1443 H, Majlis Ta’lim Al-Ikhbar telah menyalurkan bantuan santunan kepada 32 orang anak yatim berupa uang tunai yang dikumpulkan dari anggota PWI Kabupaten Bogor dan para donatur,” kata Manan.

Manan mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan wartawan yang telah memberikan sebagai hartanya untuk anak yatim. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada Koperasi Warta Karya Mandiri PWI Kabupaten Bogor ikut serta memberikan sebanyak 32 karung beras masing-masing 5 Kg/perkarung. Alfamart yang memberikan 30 paket sembako serta pimpinan PT Hutomo Mandala Sepuluh Sebalas yang mengirimkan 35 dus mie instan.

“Semoga bantuan yang telah diberikan ini bisa bermanfaat, dicatat sebagai amal jariah dan dibalas oleh Allah SWT dengan berlipat ganda,” ujar Manan.

Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Bogor H Subagiyo menyampaikan apresiasi kepada para anggota yang telah melakukan kewajibannya dalam menyisihkan rejeki untuk bisa berbagi kepada anak yatim binaa Majlis Ta’lim Al-Ikhbar.

“Alhamdulilah, walaupun dimasa sulit saat ini karena pandemi masih belum berakhir, kita dari PWI Kabupaten Bogor masih bisa berbagi, karena dari rejeki yang kita terima ada hak orang lain yang perlu kita berikan,” ujar Bagio mengingatkan. (bud)

Dua Tahun Berdiri, BukuWarung Sukses Fasilitasi 6,5 Juta UMKM untuk Go Digital

Sahabatukm.com – Dua tahun sejak pertama kali meluncurkan layanannya, BukuWarung, perusahaan teknologi penyedia ekosistem finansial digital untuk UMKM Indonesia, mengumumkan keberhasilannya menggaet 6,5 juta UMKM pengguna. Turut menandai hari jadinya yang kedua, BukuWarung menyampaikan kembali raihan pendanaan Rp 861 miliar (USD 60 juta) yang telah didapatkan baru-baru ini. Nilai tersebut menjadi pendanaan Seri A terbesar yang pernah diterima oleh startup bidang UMKM secara global, dan membuat total investasi yang dikumpulkan BukuWarung mencapai Rp 1,1 triliun (USD 80 juta).

Berdiri pada 2019, BukuWarung berkomitmen membantu para pelaku UMKM di Indonesia dalam pengelolaan dan pengembangan bisnis secara efisien; mulai pembukuan digital, etalase online hingga pembayaran. Didukung akumulasi pendanaan yang telah diraih, BukuWarung siap melahirkan inovasi baru untuk memudahkan pengalaman pengguna dalam memanfaatkan layanan aplikasinya, serta menjalankan serangkaian aktivitas pelatihan guna meningkatkan kapabilitas UMKM agar siap go digital.

“UMKM menjadi fokus BukuWarung mengingat peran krusialnya terhadap perekonomian Indonesia. Berjumlah sekitar 65 juta dan memberikan kontribusi lebih dari 60 persen pada perekonomian negara, UMKM menjadi kelompok kunci yang akan membawa Indonesia menjadi pemain ekonomi digital terbesar se-Asia Tenggara. Karenanya, pada peringatan hari jadi yang kedua ini, kami siap mengembangkan bisnis dan layanan guna semakin menguatkan posisi BukuWarung sebagai startup teknologi terdepan yang berkontribusi memajukan ekonomi digital Indonesia lewat pemberdayaan UMKM,” papar Abhinay Peddisetty, selaku CEO dan Co-Founder BukuWarung.

Presiden Jokowi menyatakan potensi ekonomi digital Indonesia yang luar biasa. Bahkan, diprediksi, nilainya bisa menjadi yang terbesar se-Asia Tenggara pada 2030 mendatang. Sepanjang 2020, nilai transaksi perdagangan digital Indonesia mencapai Rp 253 triliun, dan tahun ini akan meningkat menjadi Rp 330,7 triliun. Untuk mencapai itu, termasuk melewati dampak pandemi COVID-19, pemerintah terus mendorong digitalisasi UMKM tradisional. Diharapkan jumlah UMKM yang go digital mencapai 30 juta pada 2030 (per 2020 baru sebanyak 11,7 juta).

“Memahami karakter UMKM di Indonesia, BukuWarung menawarkan solusi yang praktis, mudah dan gratis dengan mengedepankan pengalaman penggunaan yang simpel. Kami memulai aplikasi BukuWarung dengan menawarkan pencatatan keuangan digital yang gampang diakses dan digunakan oleh para pelaku UMKM. Cakupan layanan BukuWarung kemudian kami perluas sehingga memungkinkan pelaku UMKM melakukan pembayaran digital, serta membantu mereka melakukan peralihan dari offline ke online untuk menjual dagangan,” lanjut Abhinay Peddisetty.

Awal Agustus lalu, BukuWarung melengkapi aplikasinya dengan fitur penjualan produk digital: pulsa ponsel, token listrik, hingga top-up uang elektronik. Melalui layanan ini, pelaku UMKM mendapatkan tambahan komoditas usaha untuk ditawarkan kepada pelanggan. Artinya, para pengguna BukuWarung berpeluang mendapatkan peningkatan pendapatan di tengah situasi sulit pandemi COVID-19. Proses transaksi yang sepenuhnya online membuat penjualan produk digital tidak terpengaruh pembatasan rute logistik

Selain penyediaan teknologi yang terus diperbarui, dukungan BukuWarung untuk membawa UMKM go digital juga diperkuat dengan program Komunitas Juragan Bisnis, berupa rangkaian pelatihan kepada para pelaku usaha mikro dan kecil di seluruh Indonesia. Dimulai sejak April 2020, inisiatif ini berhasil mendampingi lebih dari 4.000 UMKM dengan keterampilan akuntansi pencatatan keuangan digital, pengoptimalan etalase online untuk pengembangan usaha, serta pembayaran digital untuk transaksi bisnis mereka. Targetnya, program Komunitas Juragan Bisnis akan diperluas dengan target keterlibatan hingga 10.000 UMKM sepanjang 2021.

“Tak berhenti di situ, kami siap meningkatkan teknologi BukuWarung di seputar layanan inti kami, yakni pembukuan, pembayaran dan perdagangan daring. Tak terkecuali, membangun infrastruktur pembayaran yang kuat, seperti pembayaran lewat QR, dan berbagai layanan finansial lainnya,” tutup Abhinay Peddisetty.

Bagian dari percepatan pengembangan bisnisnya, BukuWarung sedang menjalankan perekrutan secara agresif dan berencana menggandakan jumlah timnya menjadi 300 karyawan yang tersebar di Indonesia, Singapura, dan India, serta beberapa negara lainnya.

Di samping itu, turut berandil mendukung penanganan pandemi COVID-19 yang masih berlangsung di Indonesia, BukuWarung telah menyumbangkan dana bantuan sebesar Rp 576 juta untuk pengadaan lebih dari 1.000 konsentrator oksigen. BukuWarung bersama sekelompok perusahaan dan organisasi lainnya yang tergabung dalam prakarsa “Oxygen for Indonesia” telah menyalurkan perangkat tersebut kepada pemerintah dan instansi pegiat COVID-19 di berbagai penjuru Tanah Air. BukuWarung berencana melanjutkan prakarsa ini dengan menyisihkan dana tambahan Rp 200 juta untuk target penyerahan pada akhir tahun. ***

BukuWarung Target Dampingi 5.000 UMKM Bogor Go Digital

Sahabatukm.com – Sejak pandemi COVID-19 menerpa tahun lalu, dari 27.377 UMKM di Kota Bogor, sekitar 81,2 persen mengalami penurunan pendapatan. Penelitian MORE bersama Bapeda Kota Bogor tersebut juga menyebut bahwa jumlah pelaku UMKM pun menurun: hanya 85 persen yang mampu melanjutkan bisnisnya, sedangkan 8,7 persen harus tutup dan 5,8 persen harus beralih bidang usaha.

Sementara, studi lain dari ABDSI dan LPM UI memperlihatkan bahwa 40 persen UMKM Kota Bogor masih belum memanfaatkan teknologi untuk memasarkan usahanya. Padahal perubahan platform transaksi dari cara tradisional (offline) menjadi online perlu segera diimplementasikan. Terlebih pada masa sulit pandemi COVID-19 seperti sekarang.

Melanjutkan komitmennya menguatkan kapabilitas UMKM Indonesia, BukuWarung, perusahaan teknologi penyedia ekosistem finansial digital untuk UMKM Indonesia, bersama Pemerintah Kota Bogor dan Paguyuban UMKM Kota Bogor menggagas webinar Kelas Juragan Bisnis bertema: “Bogor Bangkit, Pemulihan Ekonomi Nasional dan Peningkatan Kesejahteraan melalui Digitalisasi UMKM” pada 17 Agustus 2021 lalu, sebagai bagian dari peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-76.

Webinar Kelas Juragan Bisnis ini menghadirkan narasumber: Samson Purba Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bogor, H. Muaz Anggota Komisi II Bidang Perekonomian dan Keuangan DPRD Kota Bogor, R. Medi Sandora Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UKM Kota Bogor, Almer Faiq Rusydi Ketua Kadin Kota Bogor, Kushermayanti mewakili Paguyuban UMKM Kota Bogor, dan Ika Paramita, Head of Marketing BukuWarung, serta melibatkan sekitar 50 perwakilan UMKM se-Kota Bogor. Webinar akan ditindaklanjuti dengan selebrasi virtual Hari UMKM Nasional ke-6 yang akan digelar pada 29 Agustus 2021 mendatang.

“Percepatan digitalisasi perlu segera direalisasikan guna membantu UMKM di Indonesia untuk bertahan dan tumbuh. Sebagai perusahaan teknologi, BukuWarung berupaya menghadirkan solusi berupa ekosistem digital untuk membantu para pelaku UMKM di Indonesia dalam mengelola dan mengembangkan bisnis mereka secara efisien. Lewat aplikasi BukuWarung yang didesain praktis, mudah dan gratis, UMKM tidak perlu repot dan terbebani untuk mampu go digital, mulai dari pencatatan keuangan, pembuatan etalase online hingga transaksi pembayaran,” papar Ika Paramita selaku Head of Marketing BukuWarung. Berdiri sejak 2019, BukuWarung telah berhasil menggaet 6,5 juta UMKM pengguna dari seluruh Indonesia.

Menanggapi inisiatif BukuWarung, Samson Purba Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bogor menyampaikan, “Sekarang saatnya UMKM untuk bertransformasi go digital. Kami mengapresiasi upaya BukuWarung melalui Komunitas Juraga Bisnis untuk berperan serta dalam meningkatkan kapabilitas para pelaku UMKM di Kota Bogor. UMKM di Kota Bogor merupakan potensi besar yang perlu didorong bersama-sama. Terlebih untuk bisa melewati pandemi COVID-19.”

Selain penyediaan teknologi yang terus diperbarui, dukungan BukuWarung untuk membawa UMKM go digital juga diperkuat dengan program Komunitas Juragan Bisnis, berupa rangkaian pelatihan kepada para pelaku usaha mikro dan kecil di seluruh Indonesia. Dimulai sejak April 2020, inisiatif ini berhasil mendampingi lebih dari 4.000 UMKM di seluruh Indonesia, dan akan diperluas hingga menjangkau 10.000 UMKM sepanjang 2021. Khusus di Kota Bogor, BukuWarung berencana menjalankan program Komunitas Juragan Bisnis secara berkelanjutan dengan target melibatkan 5.000 UMKM dan menumbuhkan profit bisnis mereka hingga 15 persen.

Selengkapnya terkait Kelas Juragan Bisnis BukuWarung dan Pemerintah Kota Bogor untuk Digitalisasi UMKM, terlampir siaran pers, beserta beberapa foto pendukung. ***