BukuWarung Target Dampingi 5.000 UMKM Bogor Go Digital

Sahabatukm.com – Sejak pandemi COVID-19 menerpa tahun lalu, dari 27.377 UMKM di Kota Bogor, sekitar 81,2 persen mengalami penurunan pendapatan. Penelitian MORE bersama Bapeda Kota Bogor tersebut juga menyebut bahwa jumlah pelaku UMKM pun menurun: hanya 85 persen yang mampu melanjutkan bisnisnya, sedangkan 8,7 persen harus tutup dan 5,8 persen harus beralih bidang usaha.

Sementara, studi lain dari ABDSI dan LPM UI memperlihatkan bahwa 40 persen UMKM Kota Bogor masih belum memanfaatkan teknologi untuk memasarkan usahanya. Padahal perubahan platform transaksi dari cara tradisional (offline) menjadi online perlu segera diimplementasikan. Terlebih pada masa sulit pandemi COVID-19 seperti sekarang.

Melanjutkan komitmennya menguatkan kapabilitas UMKM Indonesia, BukuWarung, perusahaan teknologi penyedia ekosistem finansial digital untuk UMKM Indonesia, bersama Pemerintah Kota Bogor dan Paguyuban UMKM Kota Bogor menggagas webinar Kelas Juragan Bisnis bertema: “Bogor Bangkit, Pemulihan Ekonomi Nasional dan Peningkatan Kesejahteraan melalui Digitalisasi UMKM” pada 17 Agustus 2021 lalu, sebagai bagian dari peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-76.

Webinar Kelas Juragan Bisnis ini menghadirkan narasumber: Samson Purba Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bogor, H. Muaz Anggota Komisi II Bidang Perekonomian dan Keuangan DPRD Kota Bogor, R. Medi Sandora Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UKM Kota Bogor, Almer Faiq Rusydi Ketua Kadin Kota Bogor, Kushermayanti mewakili Paguyuban UMKM Kota Bogor, dan Ika Paramita, Head of Marketing BukuWarung, serta melibatkan sekitar 50 perwakilan UMKM se-Kota Bogor. Webinar akan ditindaklanjuti dengan selebrasi virtual Hari UMKM Nasional ke-6 yang akan digelar pada 29 Agustus 2021 mendatang.

“Percepatan digitalisasi perlu segera direalisasikan guna membantu UMKM di Indonesia untuk bertahan dan tumbuh. Sebagai perusahaan teknologi, BukuWarung berupaya menghadirkan solusi berupa ekosistem digital untuk membantu para pelaku UMKM di Indonesia dalam mengelola dan mengembangkan bisnis mereka secara efisien. Lewat aplikasi BukuWarung yang didesain praktis, mudah dan gratis, UMKM tidak perlu repot dan terbebani untuk mampu go digital, mulai dari pencatatan keuangan, pembuatan etalase online hingga transaksi pembayaran,” papar Ika Paramita selaku Head of Marketing BukuWarung. Berdiri sejak 2019, BukuWarung telah berhasil menggaet 6,5 juta UMKM pengguna dari seluruh Indonesia.

Menanggapi inisiatif BukuWarung, Samson Purba Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bogor menyampaikan, “Sekarang saatnya UMKM untuk bertransformasi go digital. Kami mengapresiasi upaya BukuWarung melalui Komunitas Juraga Bisnis untuk berperan serta dalam meningkatkan kapabilitas para pelaku UMKM di Kota Bogor. UMKM di Kota Bogor merupakan potensi besar yang perlu didorong bersama-sama. Terlebih untuk bisa melewati pandemi COVID-19.”

Selain penyediaan teknologi yang terus diperbarui, dukungan BukuWarung untuk membawa UMKM go digital juga diperkuat dengan program Komunitas Juragan Bisnis, berupa rangkaian pelatihan kepada para pelaku usaha mikro dan kecil di seluruh Indonesia. Dimulai sejak April 2020, inisiatif ini berhasil mendampingi lebih dari 4.000 UMKM di seluruh Indonesia, dan akan diperluas hingga menjangkau 10.000 UMKM sepanjang 2021. Khusus di Kota Bogor, BukuWarung berencana menjalankan program Komunitas Juragan Bisnis secara berkelanjutan dengan target melibatkan 5.000 UMKM dan menumbuhkan profit bisnis mereka hingga 15 persen.

Selengkapnya terkait Kelas Juragan Bisnis BukuWarung dan Pemerintah Kota Bogor untuk Digitalisasi UMKM, terlampir siaran pers, beserta beberapa foto pendukung. ***