Terbaru! KUR Rp100 juta Tanpa Jaminan. Ini Caranya..

Sahabatukm.com – Pemerintah memutuskan menaikkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan menjadi Rp 100 juta dari sebelumnya hanya Rp 50 juta.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan pada Senin (5/4/2021) penyesuaian besaran KUR dilakukan untuk mewujudkan keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta porsi pembiayaan UMKM bisa mencapai lebih dari 30% pada 2024.

“Terkait dengan KUR yang tanpa jaminan yang selama ini angkanya antara di bawah Rp 50 juta ini untuk tingkatkan plafonnya menjadi Rp 100 juta,” ujar Airlangga dikutip Rabu (7/4/2021).

Bagi pelaku usaha yang tertarik untuk bisa mendapatkan fasilitas KUR, bisa langsung dilakukan di berbagai bank dan koperasi penyalur. Namun, terdapat sejumlah persyaratan yang perlu dipenuhi oleh calon debitur.

BRI

Melansir dari website PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai salah satu penyalur KUR, terdapat 5 persyaratan yang perlu dipenuhi calon debitur, yakni sebagai berikut:

Individu (perorangan)
Memiliki usaha yang telah berjalan minimal 6 bulan – Menjalankan usahanya di salah satu platform e-commerce (misal Shopee, Tokopedia dll) dan/atau penyedia ride hailing (Gojek atau Grab)
Tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan Kartu Kredit – Persyaratan administrasi : Identitas berupa KTP, Kartu Keluarga (KK), dan surat ijin usaha (dapat berupa surat keterangan yang diterbitkan oleh e-commerce atau ride hailing)
Bila Anda telah memenuhi persyaratan, maka pengajuan KUR dapat dilakukan di website resmi masing-masing bank penyalur.

BNI

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk juga menyertakan syarat yang tidak jauh berbeda bagi calon debitur KUR tanpa jaminan. Berikut syaratnya:

Individu atau badan usaha
Memiliki perizinan usaha, minimal berupa Surat Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) yang diterbitkan Pemerintah Daerah dan/atau surat keterangan usaha dari Kelurahan setempat atau surat izin lainnya
Memiliki kualitas kredit bank lancar
Memiliki pengalaman usaha minimal 6 bulan
Usia pemohon minimal 21 tahun atau belum berusia 21 tahun tetapi sudah menikah
Tidak sedang menerima kredit produktif dari Perbankan dan/atau tidak sedang menerima kredit program dari Pemerintah (kecuali KUR). ***