Inspiratif! Kisah Sukses Caecilia Jualan Online Satu Bulan Rp150 Juta

Sahabatukm.com Namanya Caecilia Purwaningsih tak pernah menyangka bisnisnya UMKM yang dirintis bisa besar melalui jualan online.

Bermula dari kondisi ekonomi yang terpuruk akibat suami di PHK, Caecilia turun tangan berjualan pakaian pria.

Kini ia telah sukses menjadi pengusaha fesyen pria yang beromset ratusan juta perbulan. “Omset kami sekitar Rp 150 juta perbulan,” ungkapnya.

Melansir dari swacoid. Pada tahun 2006, ia memulai usahanya menjual gorden dengan keliling setiap harinya. Namun berjalannya waktu, Leea panggilan sehari-seharinya melihat peluang lain untuk berjualan celana formal pria.

Menurutnya celana formal ini produk yang sederhana namun dibutuhkan oleh pria untuk bekerja.

Saat itu ia dan pasangan tak malu-malu untuk berjualan di pasar malam di daerah Kodam Surabaya, kemudian dari bazar ke bazar hingga bisa memiliki toko sendiri.

”Waktu itu saya masih menjual produk dari orang lain, awal jualan hanya berjualan 3-5 lusin di pasar malam,” tuturnya.

Gayung bersambut ternyata responnya bagus dan uang yang didapatkan pun lama-lama berputar dan terus bertambah.

Kemudian di tahun 2015 ia memutuskan untuk membuat celana sendiri dengan sistem maklon. Setahun setelahnya merek bermana Xellano pun ia patenkan.

“Xellano itu berasal dari kata celana, kemudian saya otak-atik celano untuk menjadi sebuah merek yang menarik,” ujarnya sambil tertawa.

“Murah Tetapi Tidak Murahan” itu prinsipnya dalam berjualan celana khusus pria ini, Dibanderol dengan harga Rp 85 – Rp 195 ribu, Xellano pun laku keras dipasaran khususnya untuk penjualan online.

“Saya tidak ingin menjual produk yang terlalu mahal karena ingin semua orang bisa pakai apalagi untuk anak-anak yang baru mulai bekerja pasti butuh celana ini,” jelasnya.

Selain dipatenkan, Leea membuka sebuah toko di jalan Raya Rungut Tengah, Kota Surabaya. Tak puas di situ selang lama, ia pun ingin memperluas pasarnya ke seluruh Indonesia.

Pada tanggal 6 November 2016, ia memutuskan untuk berjualan online di Bukalapak. “Awalnya saya merasa gaptek, namun keinginan saya untuk maju dan berkembang besar sekali, kemudian saya meminta maaf kepada saya untuk membantu membuka toko online di Bukalapak,” ceritanya ketika ditemui ditokonya.

Bagaimana peningkatan bisnisnya setelah bergabung di Bukalapak? Leea mengaku peningkatannya lebih dari 200% dan saat ini telah memiliki 10 karyawan untuk membantunya di toko dan admin penjualan online. “Saya juga sudah buka toko di Royal Mall, gunanya untuk branding,” ungkapnya.

Menurutnya, berjualan di Bukalapak sangat mudah misalnya dalam menguploadnya.

“untuk orang gaptek seperti saya pun bisa. Selain itu fitur-fiturnya juga banyak antara lain push, push push, akun premium, apalagi sekarang ada fitur Platinum untuk bisa melihat pesaing kita, ”jelasnya.

Menurutnya, salah satu kunci dalam berbisnis online, karena ia rajin mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada di Komunitas Bukalapak.

Selain melakukan silaturahmi antar pelapak, dirinya merasa selalu mendapatkan ilmu-ilmu baru dari hasil sharing dengan pelapak lainnya.

“Bulan Maret 2017, saya mulai bergabung di komunitas Bukalapak khusus wanita yaitu Srikandi. Selain itu, juga sering mengikuti kelas-kelas yang diadakan untuk pelapak. Setelah mendapatkan ilmu baru biasanya ilmu tersebut saya sampaikan ke tim saya untuk dieksekusi, ”tuturnya. Ke depan ia bermimpi ingin membuat stelan untuk pria, mulai dari celana, kemeja hingga jas.***