Banpres Sektor UMKM Pertahankan Usaha Selama Pandemi

Sahabatukm.com — Inisiatif pemerintah dan sektor perbankan mendukung sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mampu menahan kejatuhan dan kembali bangkit menjalankan roda usahanya.

Direktur Bisnis Mikro Bank Rakyat Indonesia (BRI), Supari, mengungkapkan bantuan pemerintah pada Agustus 2020 membuat pengusaha kembali bangkit.
“Bantuan itu sangat tepat dan membuat mereka (pengusaha) survive, karena pemerintah menggelontorkan bansos yang menciptakan daya beli masyarakat, dan didorong dengan menggunakan daya hibah,” ujarnya secara virtual.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Deputi Bidang UKM, Santoso menyebutkan bahwa pemerintah telah mengadakan 5 program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di mana penyerapannya sudah hampir 100 persen.

“Salah satunya adalah bantuan produk usaha mikro, dari target sudah kita sampaikan secara nasional 100 persen dengan bantuan sebesar Rp 28,89 triliun untuk 12 juta pelaku usaha mikro,” ucapnya.

Belum lagi, lanjutnya, adanya bantuan dengan pengurangan bunga pinjaman, seperti subsidi usaha mikro atau Kredit Usaha Rakyat (KUR). Penyerapan mencapai 98,87 persen dengan subsidi bunga dari 6 persen menjadi 3 persen.

Berdasarkan survei yang dilakukan Katadata Insight Center (KIC), 54 persen UMKM agrikultur yang menjadi responden mengungkapkan volume produksi turun di atas 30 persen. Bahkan, 42 persen UMKM agrikultur terpaksa harus mengurangi karyawan.

Pemerintah mengucurkan bantuan tunai kepada UMKM di masa pandemi. Bantuan pandemi Covid-19 terbanyak yang diterima UMKM Agrikultur adalah Banpres BPUM/BLT UMKM. Manajer riset Katadata Insight Center Vivi Zabkie mengatakan, 18 persen responden pelaku usaha UMKM mengaku menerima bantuan tersebut.

“Banpres UMKM (BPUM) umumnya diterima utuh (2,4 juta rupiah per UMKM). Sejumlah responden (3 persen) mengaku jumlah bantuan dipotong untuk sumbangan, administrasi dll. Selama pandemi Covid-19, UMKM masih dapat mengakses bantuan reguler. Terbanyak dalam bentuk pelatihan,” ucapnya.

Vivi menambahkan, sebagian besar bantuan tunai dipakai oleh UMKM untuk modal usaha (74 persen). Namun, terdapat sekitar 10 persen UMKM Agrikultur menggunakan bantuan untuk kebutuhan sehari-hari. UMKM Agrikultur menilai sosialisasi bantuan Pandemi Covid-19 yang dapat mereka akses masih kurang. ***