Luhut Cari Pengusaha Lokal Urus Toilet di Tempat Wisata

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan

Sahabatukm.com – Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mencari pengusaha lokal yang tertarik untuk mengurusi ‘permasalahan WC’ di seluruh wilayah pariwisata di Indonesia, termasuk di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut).

Hal ini diungkapkan Luhut dalam dialog dengan Founder/Chairman CT Corp Chairul Tanjung pada acara CNBC Indonesia Outlook 2021, Kamis (25/2/2021).

“Nanti di Borobudur, di mana saja, Labuan bajo harus ada wc-nya kita mau kontrakin ada perusahaan anak Indonesia kita senang. Peluang itu terbuka bukan hanya untuk perusahaan asing saja,” tegasnya.

Sebelumnya ramai menjadi perbincangan mengenai Mister Loo yang bakal membenahi beragam teknis yang terjadi di Danau Toba. Salah satunya soal WC. Luhut memastikan bahwa sosok tersebut hanya satu dari beberapa pilihan.

“Ada beberapa, Mister Loo itu pak CT satu dari pilihan. Apakah nanti dia final jadi teman saya masuk, masuk aja,” ungkap Luhut.

Permasalahan WC di tempat pariwisata memang menjadi salah satu fokus para pelancong. Banyak yang mengeluhkan masalah ketidaknyamanan saat ingin menggunakan fasilitas tersebut. “Orang nanti tidak mau datang lagi kalau tidak dibereskan,” tegasnya.

Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan menyebut memungkinkan kegiatan perekonomian di Bali bisa kembali dilanjutkan, salah satunya dalam sektor pariwisata. Karena angka penyebaran Corona membaik.

“Penurunan tersebut terjadi karena diberlakukannya kebijakan pendekatan terukur dengan memperhitungkan dua faktor krusial, yaitu memungkinkan kegiatan ekonomi untuk dilanjutkan dan menegakkan implementasi protokol kesehatan di seluruh Bali, termasuk di tingkat desa,” ujar Luhut dalam keterangannya, Jumat (26/2/2021).

Mengenai perekonomian tersebut, Menko Luhut memaparkan bahwa tidak menutup kemungkinan jika nantinya pariwisata di Bali akan dibuka kembali.

Namun sebelumnya, perlu terlebih dahulu diadakan sosialisasi seperti mengenai peraturan atau regulasi tata cara pariwisata di Bali, terutama untuk wisatawan asing.

“Adapun regulasi baru yang diterapkan di Bali yakni diberlakukannya Penalty for Health Protocol. Aturan tersebut dengan tahapan awal sosialisasi dan publikasi mengenai praktek protokol kesehatan, pemantauan praktek protokol kesehatan, pelanggaran protokol kesehatan, peringatan pertama dengan diberlakukannya Penalti Administratif hingga terakhir deportasi,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Menko Luhut, dalam pemulihan ekonomi di Bali, pemerintah sudah memulai program nasional tentang vaksinasi.

Diketahui kurang lebih dari 13.000 pekerja rumah sakit di Bali akan segera menerima suntikan vaksin. Hal ini diharapkan akan membawa kepercayaan lebih dari para wisatawan.

“Pemerintah Indonesia meminta Kedutaan Besar di Jakarta dan konsultan mereka di Bali atau Surabaya untuk menginformasikan warga negara mereka yang tinggal di Bali untuk menghormati hukum setempat dan peraturan. Seperti di negara lain yang bertujuan memberantas Covid-19, semua pelanggaran dilakukan oleh apapun kewarganegaraan akan dituntut secara ketat oleh hukum yang berlaku,” pungkas Luhut.***