Waspada!! Berita Hoax Kebijakan Bank Indonesia soal Pencairan Dana BPJS

Capture instagram @bank_indonesia

Sahabatukm.com – Bank Indonesia
(BI) mengingatkann warga agar kritis dalam menerima semua kabar mengenai kebijakannya. Salah satunya soal pencairan dana BPJS.

Agar tidak terhasut oleh berita hoax. Salah satunya mengenai pencairan dana.

Melalui akun resmi Instagram @bank& Indonesia menyampaikan, Di tengah hujan alangkah baik #SobatRublik berharap payung untuk melindungi diri. Sama halnya dengan rasa

“Salah satunya kabar bohong berikut, karena Bank Indonesia TIDAK PERNAH melakukan pencairan dana dalam bentuk apapun termasuk untuk keperluan BPJS masyarakat,”.

“Masih ragu? Silakan hubungi BICARA ☎️1️⃣3️⃣1️⃣ untuk mendapatkan kepastian kabar terkait Bank Indonesia, karena yang pasti hanya dari sumber resmi,” demikian isi keterangan dalam foto yang di-posting ya.

Sementara itu, Bank Indonesia juga memproyeksi pertumbuhan ekonomi global 5,1 persen pada 2021. Angka itu meningkat dari perkiraan awal yang sebesar 5 persen.

Direktur Eksekutif Departemen Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Yoga Affandi mengatakan peningkatan proyeksi ini sejalan dengan proses vaksinasi covid-19 yang sudah dilakukan di sejumlah negara maju. Vaksin covid-19 diharapkan dapat menangani pandemi yang sudah merebak sejak 2019 lalu.

“Ini didukung akselerasi vaksinasi di negara maju,” ucap Yoga dalam Webinar: Harmonisasi Kebijakan Moneter dan Fiskal, Rabu (24/2).

Sementara, BI memproyeksi ekonomi di AS tumbuh positif 4,7 persen. Jika itu terealisasi, maka ekonomi Negeri Paman Sam akan berbalik arah dari 2020 yang terkontraksi 3,5 persen.

Lalu, BI meramalkan ekonomi Eropa tumbuh 4,5 persen, Jepang 2,8 persen, China 8,1 persen, dan India 9 persen. Rata-rata ekonomi negara tersebut tumbuh negatif pada 2020.

Detailnya, ekonomi Eropa minus 6,8 persen pada 2020, Jepang minus 4,8 persen, dan India minus 8,4 persen. Sementara, China mampu mencetak pertumbuhan positif pada 2020 sebesar 2,3 persen.

Lebih lanjut, Yoga menjelaskan sentimen pemulihan ekonomi dunia akan membaik pada 2021 bukan hanya dari vaksin covid-19, tapi juga volume perdagangan dunia yang diperkirakan meningkat. Selain itu, harga komoditas juga cenderung naik.

“Volume perdagangan dunia meningkat tajam diperkirakan terutama pada kuartal I 2021,” jelas Yoga.

Sementara, BI justru menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 4,8 persen sampai 5,8 persen menjadi 4,3 persen sampai 5,3 persen pada 2021. Penurunan ini utamanya mempertimbangkan realisasi pertumbuhan Indonesia yang terkontraksi 2,07 persen pada 2020.

Proyek BI terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia hampir sama dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Bendahara negara memprediksi ekonomi Indonesia berkisar 4,5 persen-5,3 persen.

Proyeksi tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan target pemerintah sebelumnya yang di kisaran 4,5 persen-5,5 persen.***