Kisah Aqil Achmad Fadilah Jatuh Bangun Berternak Ayam

CONTOH POSITIF: Aqil Achmad Fadilah (18) salah satu milenial Cianjur yang mengembangkan peternakan ayam di Kabupaten Cianjur. Foto: Hakim/ Radar Cianjur

Sahabatukm.com – Berternak ayam bukan hal mudah. Itu yang dirasakan Aqil Achmad Fadilah. Pemuda kreatif yang pantang menyerah dari Cianjur, jatuh bangun mengurus bisnis ayam.

Wilayah dan kultur Cianjur menginspirasinya untuk berternak ayam. Meski masuk kaum milenial Fadilah menekuninya.

Aqil Achmad Fadilah, saat ini mengelola peternakan ayam di Kampung Kewang Desa Gasol Kecamatan Cugenang.

Di satu peternakan ayam, dirinya mengelola dua kandang ayam dengan luas 1.000 meter persegi dengan total 7.000 ekor ayam

Tak ada rasa jijik ataupun malu. Namun dirinya bersemangat dengan dunia peternakan. Semangatnya sedikit membuahkan hasil. Selama menggeluti peternakan ayam, remaja berusia 18 tahun ini sudah tiga kali panen.

Bukan sekedar hobi atau ketertarikannya dalam dunia peternakan. Waktu senggangnya di masa pandemi Covid-19, diisi dengan kegiatan positif sebagai sampingan di saat pembelajaran secara daring.

“Memang keinginan sendiri, bukan disuruh orang tua. Karena ingin belajar untuk bertanggungjawab juga,”ujarnya seperti dikutif dari Radarcianjur.com.

Sebelumnya, peternakan ayam tersebut lama terbengkalai. Namun, atas inisiatif pamannya Ahmad Solihin memberikan modal untuk mengurus kandang ayam. Bak gayung bersambut. Anak pertama dari empat bersaudara ini bersemangat dan antusias.

Meski harus merasakan pasang surut dalam dunia bisnis peternakan. Ia tak patah arang. Ombak besar dunia bisnis pun diarunginya sebagai pembelajaran dalam kehidupan.

“Mengalami (pasang surut, red) tapi dijadikan pembelajaran untuk pribadi dan kedua orangtua pun mendukung,” paparnya.

Aqil milenial Kota Taucho yang bisa menjadi cerminan dan contoh untuk khalayak umum. Sehingga, milenial tidak sekedar kaum muda yang hanya melek akan teknologi, namun menjadi salah satu bagian pembangunan daerah.

Aqil menjadi salah satu pemuda yang meyakini bahwa apapun akan menjadi bernilai ekonomi tinggi selama ditekuni sepenuh hati.

Untung dan rugi merupakan bagian dari belajar menjadi usahawan. Karena proses itu memberikan banyak ilmu yang tidak bisa dipelajari dimanapun.

Apalagi berternak ayam, butuh keberanian. Bukan hanya modal tapi mengurusnya, masuk kandang, memberi pakan, mengontrolnya setiap saat.

Pas untung senangnya bukan main, pa buntung harus pantang menyerah dan mencoba lagi hingga menemukan formulasi dan cara berternak yang tepat dan benar.***