Ketua MPR Dorong Pemutihan Kredit Macet UMKM selama Pandemi Corona

sahabatukm.com – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta agar pemerintah melalui Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), memfasilitasi penghapusan kredit macet bagi pelaku usaha, utamanya UMKM dengan omzet di bawah Rp 5 miliar per tahun.

Apalagi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan sinyal positif dengan menyerahkan proses penghapusan ke masing-masing bank terkait.

“Kondisi pandemi COVID-19 membuat banyak pengusaha UMKM terpuruk. Menurut Asosiasi UMKM Indonesia, hingga awal September 2020 tercatat sekitar 30 juta UMKM mengalami kebangkrutan. Jika kredit macet tak diputihkan, mereka kesulitan mengakses kredit baru. Sehingga, tak bisa kembali menggerakkan usahanya,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (5/2/2021).

Hal tersebut disampaikan Bamsoet usai berdiskusi dengan jajaran direksi PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Jakarta hari ini. Diskusi tersebut membahas topik seputar ketahanan UMKM di tengah pandemi Corona.

Adapun jajaran direksi BRI yang hadir, yaitu Direktur Utama Sunarso, Wakil Direktur Utama Catur Budi Harto, Direktur Bisnis Mikro Supari, Direktur Manajemen Risiko Agus Sudiarto serta Direktur Jaringan dan Layanan Arga Nugraha.

Lebih lanjut, Ketua DPR RI ke-20 ini menguraikan data Kementerian Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Kemenkop UKM), yang menunjukkan dominasi sektor UMKM terhadap proporsi jumlah unit usaha di Indonesia. Berdasarkan data tersebut, tercatat jumlah pelaku UMKM di tahun 2018 sebanyak 64,2 juta, atau mencapai 99,99% dari jumlah pelaku usaha yang ada, dengan daya serap tenaga kerja hingga 117 juta pekerja atau 97% dari daya serap tenaga kerja dunia usaha.

“Kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional (PDB) mencapai 61,1%. Sementara kontribusi pelaku usaha besar yang jumlahnya hanya sebesar 5.550 atau 0,01% dari jumlah pelaku usaha, terhadap PDB mencapai 38,9%. Menggambarkan betapa besarnya pengaruh UMKM terhadap perekonomian nasional. Karenanya, menyelamatkan UMKM, sama dengan menyelamatkan Indonesia,” papar Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini juga memberikan apresiasi tinggi atas kinerja BRI dalam memajukan UMKM.

Mempunyai aset mencapai Rp 1.500 triliun, BRI justru menjadikan UMKM sebagai salah satu pilar penyangga bisnis perusahaan. Selain itu, BRI telah berkontribusi membantu UMKM mendapat berbagai kemudahan, antara lain dalam mengakses permodalan, memperluas pasar, dan meningkat kemampuan serta kualitas produk.

“Per Kuartal II-2020 saja, komposisi kredit yang disalurkan BRI terhadap UMKM mencapai 80,65%. Pembiayaan yang diberikan antara lain melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), KUR Super Mikro, dan Kredit Modal Kerja Tangguh, seluruhnya disalurkan dengan tingkat risiko kredit yang terkendali dan tingkat bunga terjangkau,” pungkasnya.***