Yuni, Sukses Tanpa Modal Belajar dari YouTube

sahabatukm.com – BANYAK orang beranggapan yang terpenting dalam langkah awal membangun sebuah bisnis adalah modal.

Namun, pemilik Medan Hantaran, Yuni membuktikan hal sebaliknya. Ia bisa membangun bisnis tanpa modal sama sekali.

Seperti namanya, bisnis Yuni bergerak di bidang hantaran pengantin.

Dalam kegiatan adat pada suku tertentu, hantaran adalah salah satu prosesi yang wajib dilakukan. Hantaran biasanya berisi berbagai barang yang disiapkan dan diberikan saat prosesi lamaran.

“Bisnis ini memang saya bangun tanpa modal sama sekali. Awalnya saya ambil gambar dari internet dan pajang di akun Instagram @medan_hantaran. Lalu jika ada order harus menggunakan uang muka,” katanya.

Keuntungan dari pesanan hantaran pertama, itulah yang ia gunakan untuk modal hantaran selanjutnya dan begitu seterusnya.

Hingga kini, Yuni merambah bisnis lainnya mulai menghias mahar, hingga dekorasi lamaran, akad nikah, dan aqiqah.

Yuni bercerita, ia terinspirasi membuat bisnis hantaran karena melihat hantaran temannya.

Karena hobi akan dekorasi dan merasa mampu membuat hantaran, Yuni mulai belajar dari YouTube dan yakin untuk membuka Medan Hantaran.

Hingga kini, Yuni bisa menerima sedikitnya 15 pesanan untuk dekorasi lamaran dalam sebulan. Sedangkan untuk hantaran dalam satu minggu ia bisa menerima pesanan hingga tujuh set.

Diakuinya memang ada halangan ketika harus mengembangkan sebuah bisnis tanpa modal sama sekali. Ia terpaksa mencicil saat membeli satu persatu barang yang diperlukan.

“Tantangan utamanya memang di permodalan. Karena kan semua barang-barang untuk dekorasi atau hantaran itu mahal, jadi ya belinya satu persatu. Saya juga enggak ada pinjam modal, memang keuntungannya saja yang di modalkan lagi,” imbuhnya.

Yuni mengatakan bisnis hantaran juga kian berkembang.

Saat ini, pasangan yang sedang menggelar prosesi hantaran biasanya juga akan minta ruangannya dihiasi. Dari situlah bisnisnya berkembang ke dekorasi ruangan.

“Lagipun, mulai banyak juga yang menanyakan apakah saya ada layanan menghias ruangan. Jadi saya buat sajalah. Lama kelamaan saya juga buat dekorasi aqiqah, prinsipnya customer akan menikah. Saat punya anak dan di aqiqah dekorasinya kita lagi,” katanya.

Sama seperti hantaran, untuk bisnis dekorasi ini juga ia bangun pelan-pelan. Ia menggunakan modal dari keuntungan hantaran untuk membeli satu persatu peralatan.

“Seiring dengan banyaknya orang membutuhkan dekorasi, otomatis saingan juga makin banyak. Banyak juga yang menjatuhkan harga hanya untuk mengambil pelanggan. Dulu harga dekor bisa Rp 1,5 juta sekarang ada yang Rp 350 ribu,” katanya.

Untuk menghadapi tingginya persaingan, Yuni sering melakukan promo harga. Namun Yuni berprinsip tidak akan menjatuhkan harga.

“Makanya harus juga menjaga kualitas, kalaupun harga kita enggak bisa semurah yang lain, tapi kualitasnya kita perbaiki. Jadi orang juga bisa lihat beda harga beda kualitas,” ujarnya.

Untuk pemesanan kata Yuni ia terima dari berbagai daerah Kota Medan. Harga yang ia tawarkan untuk dekor mulai dari Rp 800 ribu hingga Rp 1,5 juta tergantung model. Sedangkan hantaran mulai dari harga Rp 300 ribu

“Enaknya bisnis ini karena memang saya hobi dan waktunya fleksibel. Lalu ke depannya masih terus dibutuhkan karena orang akan ada terus yang mengadakan acara dan untuk barang-barangnya juga enggak habis sekali pakai,” pungkasnya. (Tribun-medan.com)