Patriot Desa Ajak Kaum Milenial Bertani

SAHABATUKM.com– Sektor pertanian nampaknya belum banyak dilirik generasi muda masa kini, padahal Kabupaten Cianjur menjadi salah satu daerah dengan sumber pertanian yang subur.

Namun ada hal berbeda di Desa Sukamulya Kecamatan Cikadu Kabupaten Cianjur, Patriot Desa turut mendorong generasi muda agar tertarik untuk bertani.

Patriot Desa Sukamulya, Asep Erwin mengatakan, salah satu inovasi yang dilakukan dengan mengubah lahan kurang produktif desa menjadi lahan perkebunan.

“Saat ini kita tengah mengembangkan potensi desa dan bekerjasama dengan pemerintah Desa Sukamulya. Dalam hal ini pula akan dikembangkan Bumdes yang menggali potensi yang ada,” ujarnya.

Adapun Desa Sukamulya sendiri merupakan Desa yang memiliki tanah yang subur dan sangat cocok untuk pertanian. Potensi yang melimpah di Desa Sukamulya diantaranya kopi arabika, sereh wangi, aren, cabai keriting dan bahkan yang terbaru masyarakat mengembangkan ubi ungu.

“Kami harap langkah ini dapat mengangkat perekonomian kalangan pemuda di Desa Sukamulya dan menjadi daya tarik masyarakat tani pada khususnya. Karena kita sudah bisa panen terus menerus dan tidak lama lagi Kopi arabika sebanyak krang lebih 200 ton akan panen raya. Hal ini untuk mengajak semua pemuda desa yang mau maju bersama dalam pertanian,” jelasnya.

Asep menjelaskan, dengan melihat letak dan potensi dari daerah tersebut, menurutnya ada beberapa keuntungan lain. Salah satunya bisa juga menanam cabai kriting ini dibarengi dengan menanam tanaman lainnya yang ikut dalam sistem tumpang sari seperti bawang daun ataupun terong ungu.

Dengan inovasi ini, ia berharap geliat pertanian di desa semakin dilirik kaum muda. Apalagi di tengah Covid-19 ini, banyak pemuda rantau yang menjadi pengangguran sesampainya di kampung halaman. Oleh karenanya ia berharap bidang pertanian ini bisa menjadi lapangan kerja baru bagi para pemuda. Sehingga diharapkan bisa berlangsung lama, agar meminimalisir angka urbanisasi di Desa Sukamulya khususnya dan desa yang lain pada umumnya.

“Tentunya prihatin dengan sahabat-sahabat muda yang enggan bertani padahal hampir semua orang tuanya bertani. Apalagi ketika ada Covid-19 ini hampir semua pemuda yang merantau mudik ke desa kembali karena adanya pengurangan tenaga kerja atau karena PSBB. Makanya kami harapkan para pemuda ini bisa bergabung, dan bisa menjadi petani milenial yang inovatif.” imbuhnya.

Asep menambahkan, hasil dari pengembangan potensi desa ini bisa digunakan untuk mengatasi keseimbangan pangan. Tentunya ini juga menjadi salah satu upaya agar bisa bertahan dan membatu perekonomian masyarakat di tengah Covid-19.

“Harapan kami adalah mari para sahabat-sahabat muda, sebagai generasi penerus, kita gali potensi-potensi di daerah kita. Salah satunya dengan bertani di daerah masing-masing. Dengan kemajuan zaman dan teknologi tingkatkanlah derajat dan martabat petani melalui petani muda milenieal. Sudah saatnya Anak Muda Bangga menjadi petani. Kami yakin Petani mampu menjadi garda pangan terdepan,” harapnya. (rc/sen)